RCerita Riaukep
Budaya & Adat Melayu Riau: Tenun Siak, Zapin, Gurindam 12

Dari Tenun Siak ke Zapin dan Gurindam 12: Adat Melayu Riau yang Masih Hidup di Panggung dan Rumah

Tenun Siak, Zapin, dan Gurindam 12 tetap hidup di Riau lewat sanggar, sekolah, dan rumah. Simak jejak adat Melayu yang bertahan hingga kini.

Dari Tenun Siak ke Zapin dan Gurindam 12: Adat Melayu Riau yang Masih Hidup di Panggung dan Rumah

Ringkasan Cepat

  • Tenun Siak adalah kain tenun tradisional Melayu Riau dengan motif pucuk rebung dan tabir, dikerjakan dengan alat tenun bukan mesin.
  • Zapin adalah tarian Melayu berakar dari pengaruh Arab-Yaman, diiringi gambus dan marwas, lazim tampil di acara adat dan penyambutan tamu.
  • Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, sastrawan Bugis-Melayu dari Pulau Penyengat, berisi nasihat agama dan moral dalam 12 pasal.
  • Gurindam 12 dan karya Raja Ali Haji lain menjadi dasar penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan pada Sumpah Pemuda 1928.
  • Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menjadi pusat jejak Melayu tempat makam Raja Ali Haji dan Masjid Sultan Riau berdiri.

Kain yang Ditenun Sejak Pagi di Siak

Di rumah-rumah pengrajin di Kabupaten Siak, suara alat tenun bukan mesin masih terdengar sejak pagi. Benang sutra atau katun dililit, dicelup, lalu ditenun perlahan menjadi kain dengan motif pucuk rebung, tabir, dan itik sekawan. Tenun Siak bukan sekadar kain. Setiap corak punya nama dan makna, dari kesabaran sampai kesetiaan. Kain ini dipakai untuk baju kurung, tanjak, dan kain samping dalam upacara adat. Di sejumlah sanggar dan sekolah di Siak, pelatihan menenun dibuka untuk remaja supaya keterampilan ini tidak putus. Harga kain tenun asli bervariasi, dari ratusan ribu rupiah untuk ukuran kecil sampai jutaan untuk kain penuh bermotif rumit, tergantung kerumitan dan bahan. Yang murah biasanya bercampur benang mesin, yang mahal dikerjakan tangan sepenuhnya.

Zapin, Tarian yang Menyambut Tamu

Zapin hidup di panggung dan halaman rumah. Tarian ini dibawa pedagang Arab-Yaman yang singgah di pesisir Melayu, lalu berbaur dengan gerak lokal. Penari biasanya pria, memakai baju Melayu, kain samping, dan tanjak. Gerak kakinya rapat dan cepat, mengikuti tabuhan marwas, gambus, dan gendang. Di Riau, Zapin tampil saat penyambutan tamu kehormatan, pernikahan, sunatan, dan festival budaya. Versi Zapin berbeda antar daerah. Ada Zapin Api di Bengkalis yang memakai lilin, ada Zapin Meskom yang tumbuh di desa pesisir. Di sanggar-sanggar Kota Pekanbaru dan Tanjungpinang, anak-anak berlatih Zapin selepas sekolah. Guru tari mengajarkan hitungan langkah, bukan hanya gerak badan. Nilai adab, hormat pada tamu, dan kesopanan ikut diajarkan lewat tarian ini.

Gurindam 12 dan Jejak Raja Ali Haji

Di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, makam Raja Ali Haji dijaga sampai kini. Raja Ali Haji, sastrawan Bugis-Melayu abad ke-19, menulis Gurindam 12, kumpulan 12 pasal berisi nasihat agama dan moral. Baitnya pendek, dua baris, berima sama. "Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah" adalah salah satu bait yang paling sering dikutip. Gurindam 12 diajarkan di sekolah-sekolah Melayu, dibacakan di lomba, dan dijadikan bahan khutbah serta ceramah. Karya Raja Ali Haji, termasuk Gurindam 12 dan buku tata bahasa Melayu, menjadi salah satu dasar penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan pada Sumpah Pemuda 1928. Di Penyengat, Masjid Sultan Riau dengan menara kuningnya berdiri dekat makam, dan kompleks ini menjadi tujuan ziarah serta kunjungan budaya.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa itu Tenun Siak?

Tenun Siak adalah kain tenun tradisional Melayu Riau dari Kabupaten Siak, dibuat dengan alat tenun bukan mesin dan bermotif khas seperti pucuk rebung serta tabir.

Apa makna Gurindam 12?

Gurindam 12 adalah kumpulan 12 pasal nasihat agama dan moral karya Raja Ali Haji, sastrawan Bugis-Melayu dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.

Di mana Zapin sering ditampilkan?

Zapin tampil di acara adat, pernikahan, penyambutan tamu, dan festival budaya, serta dilatih di sanggar tari di Pekanbaru, Bengkalis, dan Tanjungpinang.

Di mana makam Raja Ali Haji berada?

Makam Raja Ali Haji berada di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dekat Masjid Sultan Riau.